Sabtu, 03 Juni 2017

Isu-Isu International School di Lembaga PAUD (RA Afkaaruna Islamic School)


Isu-Isu International School di Lembaga PAUD
(RA Afkaaruna Islamic School)
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah : Isu-isu Pendidikan Anak
Dosen Pengampu :Rohinah, S.Pd.I.,M.A
 
                                                    
                                                      
Disusun Oleh :
                                                    Roby  Maulana Al Hakim       (14430002)     
                                                    Dian Fairuz Zahiyah                (14430033)     
                                                    Asiah                                      (14430043)
                                                    Marifatun Nafiah                    (14430083)


Kelas A
Semester VI

PROGRAM STUDY PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016/ 2017




KATA PENGANTAR


            Pertama, Kami mengucapkan puji dan syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya sehingga kami dapat memenuhi tugas mata kuliah Isu-isu Pendidikan Anak di Afkaaruna Islamic School yang bertempat di Jl. Kaliurang Km 12,5 Duson Pelem RT 4 RW 24 Harjobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta, serta menyelesaikan tugas ini dengan waktu yang telah ditentukan.Sholawat serta salam akan senantiasa kami haturkan kepada Nabi Muhammad saw. semoga kita semua mendapatkan syafaatnya di hari kiamat kelak.
            Kedua, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Isu-isu Pendidikan Anak yaitu Ibu Rohinah, S.Pd.I.,M.A, karena telah membimbing dan mengarahkan kamiterkait dengan pembuatan laporan ini. Terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya pembuatan laporan hasil laporan ini yaituKetua Yayasan Afkaaruna Islamic Shcool Bapak Syamsul Ma’arif yang telah memberikan ijin terkait dengan observasi. Serta Bapak Muhammad Ashrofidin selaku kepala sekolah Afkaaruna Islamic School. Maka dari itu kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyelesaian laporan ini.
            Akhir kata, semoga laporan hasil observasi dapat memberikan manfaat dan menjadi amal shaleh bagi penyusun dan pembacanya. Kami menyadari, bahwa pembuatan laporan ini tidak lepas dari kekurangan, maka dari itu kamimengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan ini dan tugas selanjutnya.

                                                                        Yogyakarta, 24 Februari  2017

                                                                                     Penyusun



DAFTAR ISI


Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................                                     2

DAFTAR ISI................................................................................................                                   3

BAB I PENDAHUAN
A.    Latar Belakang ..................................................................................                                               4
B.     Rumusan Masalah .............................................................................                                               5
C.     Tujuan ...............................................................................................                                              5

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian International School ........................................................                                                6
B.     Relevansi International School dengan PAUD ................................                                                   7
C.     Latar Belakang RA Afkaaruna Islamic School ................................                                                   9
D.    Analisis dan Solusi Isu-Isu International School di Afkaaruna           
Islamic School ...................................................................................                                             11

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan .......................................................................................                                 14 

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................                                  15

LAMPIRAN - LAMPIRAN.......................................................................                                 16





BAB I
PENDAHULUAN

                       
A.    Latar Belakang
            Sekolah Internasional merupakan suatu gagasan pemerintah yang digadang - gadangkan bertujuan untuk meningkatkan kuwalitas pendidikan di Indonesia. Pada awalnya sebelum diresmikan oleh pemerintah mengenai sekolah bertaraf internasional di era 90- an banyak sekali lembaga pendidikan yang sudah menggunakan label sekolah internasional namun tidak begitu jelas mengenai unsur kependidikan di dalamnya. Oleh karena itu pemerintah membuat suatu inovasi pendidikan baru yaitu sekolah bertaraf internasional.
            Berbicara mengenai sekolah bertaraf internasional, Apakah hanya orang – orang yang mempunyai uang banyak saja yang bisa sekolah di sana? Bagaimana kurikulum yang dipakai di sekolah internasional? Apakah selalu menggunakan bahasa inggris dalam menyampaikan informasi? Hal – hal seperti itu sering kali menjadi topic pembicaraan yang hangat di dunia pendidikan khususnya.
            Pada dasarnya di Indonesia sendiri sempat terdengar isu mengenai penghapusan sekolah bertaraf internasional di dunia pendidikan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit lembaga pendidikan di Indonesia yang masih menerapkan sekolah internasional di dalamnya, entah apa yang menjadi latar belakang dan tujuannya, tentunya semua lembaga pendidikan tersebut memiliki visi dan misi tertentu. Sekarang lembaga pendidikan di dalam manajemen sekolahnnya menerapkan taraf  internasional tidak tidak hanya pada tingkat atas saja seperti di tingkat SMA, SMP atau SD. Seiring perkembangan jaman yang menuntut pengetahuan yang lebih dari setiap orang, terdengar bahwa sekolah internasional juga diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Merujuk akan hal itu, dalam observasi kali ini kami berupaya mengulas mengenai sekolah internasional di lembaga PAUD. Kami juga membahas mengenai Isu-Isu sekolah internasional itu sendiri terhadap pendidikan anak usia dini. Yang nantinya akan kami rinci dengan detail sesuai dengan hasil observasi kami di RA Afkaaruna Islamic School.
            Pembahasan mengenai Isu – Isu International School di Lembaga PAUD ini sangatlah menarik bagi kami untuk diulas apalagi kami melakukan observasi di sekolah internasional yaitu RA Afkaaruna Islamic School yang mengangkat Kurikulum Internasional berbasic islami dengan tidak meninggalkan budaya lokal yang ada. Hal ini merupakan inovasi baru bagi dunia pendidikan di Indonesia karena pada umumnya Internasional School hanya di kalangan orang yang basic nya non islam.
             
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian International School ?
2.      Bagaimana relevansi International School dengan PAUD ?
3.      Bagaimana latar belakang sekolah yang di observasi?
4.      Bagaimana analisis dan solusi Isu-isu International School di lembaga PAUD Afkaaruna Islamic School?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian International School.
2.      Memahami relevansi International School dengan PAUD.
3.      Mengetahui latar belakang sekolah yang di observasi.
4.      Menjelaskan tentang analisis dan solusi Isu-isu International School di Lembaga PAUD Afkaaruna Islamic School.








BAB II
PEMBAHASAN


A.      Pengertian International School
            Latar belakang kelahiran Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pada tahun 1990-an, banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh suatu yayasan dengan menggunakan identitas internasional, tetapi tidak jelas kualitas dan standarnya, banyak orangtua yang mampu secara ekonomis memilih menyekolahkan anaknya keluar negeri. Atas fenomena tersebut, pemerintah mulai mengatur dan merintis sekolah bertaraf internasional. Selain itu, sekolah bertaraf internasional memerlukan pengakuan secara internasional terhadap kualitas proses dan hasil pendidikannya. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa tujuan utama program SBI adalah untuk memperbaiki mutu pendidikan.[1]
            Menurut peraturan menteri pendidikan nasional (permendiknas) No.78tahun 2009 tentang penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah Pasal 1 Ayat 8 menyatakan bahwa“Sekolah bertaraf internasional selanjutnya disingkat SBI adalah sekolah yangsudah memenuhi seluruh SNP yang diperkaya dengan keunggulan mututertentu yang berasal dari Negara anggota Organizatian for Economic Cooperationand Development (OECD) atau negara maju lainnya”.[2]
            Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) adalah usaha pemerintah untuk memperbaiki moto pendidikan dengan perbaikan-perbaikan pada pengelulaan input peserta didik, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, dana, manajemen, dan lingkungan. Perbaikan moto tersebut merupakan harapan sebagian masyarakat. Kegelisahan masyarakat atau usaha perbaikan moto muncul mana kala usaha tersebut menyeret-nyeret rasa keadilan. Komodifikasi pendidikan merupakan akar persoalan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.[3]

B.       Relevansi International School dengan PAUD
            Menurut Direktorat pendidikan anak usia dini, pengertian anak usia dini adalah anak usia 0 – 6 tahun, baik yang terlayani maupun yang tidak terlayani di lembaga pendidikan anak usia dini. Menurut UU No. 22 tahun 2003 pasal 28 ayat 1, pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang dasar (0 – 6 tahun). Jadi, anak usia dini adalah anak usia lahir samapi 6 tahun/ pra sekolah.
            Usia dini (0-6 tahun) merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak di masa depannya atau disebut juga masa keemasan (the golden age) seklaigus periode yang sangat kritis yang menetukan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Sedangkan ditinjau secara psikologi dan ilmu pendidikan, masa usia dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. [4]
            Pendidikan anak usia dini (PAUD) pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menenakankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Oleh karena itu, PAUD memberi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kepribadian dan potensi secara maksimal. Atas dasar itu, lembaga PAUD perlu menyediakan berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, bahasa, sosial, emosi, fisik dan motorik.
            Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa “pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.[5]Pendidikan anak usia dini secara umum bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
            Selain itu, tujuan pendidikan anak usia dini secara khusus adalah agar anak mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama, agar anak mampu mengelola keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus dan gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik (panca indera), agar anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berpikir dan belajar, agar ana mampu berpikir logis, kritis, memberikan alasan, memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat,  agar anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosil, peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial dan budaya serta mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki, serta anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, berima, berbagai bunyi, tepuk tangan serta, serta menghargai hasil karya yang kreatif.[6]
            Dari pemaparan di atas mengenai Pendidikan Anak Usia Dini dapat kami kaitkan dengan International School, bahwa yang saat ini berkembang ternyata International School tidak hanya diterapkan di sekolah tingkat lanjut saja, bahkan di pendidikan anak pun juga sudah banyak yang menerapkan International School. Sebagai orang tua, tentunya memberikan pendidikan terbaik untuk anak sejak dini adalah prioritas utama. Memasukkan anak ke sekolah yang bertaraf internasional adalah suatu kebanggaan tersendiri, mengingat fasilitas yang diberikan sekolah sangat memadai. Diantara fasilitas itu termasuk salah satunya adalah penggunaan bahasa asing yaitu bahasa Inggris dalam kegiatan di sekolah sehari-hari. Hingga saat ini, belum ada hasil penelitian yang memberikan pendapat negatif mengenai pemaparan bahasa kedua pada anak di usia dini. Di usia anak yang masih sangat muda mempelajari bahasa baru justru akan menjadi keuntungan untuk anak. Usia anak yang masih sangat belia dengan sel-sel otak yang masih terus berkembang membuatnya mudah menyerap hal-hal baru di sekitarnya. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran bahasa baru akan lebih mudah dilakukan oleh anak-anak daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan orang dewasa telah melewati periode kritisnya untuk mempelajari bahasa baru. Periode kritis ini justru berada di masa anak-anak.
            Hasil penelitian lain banyak menunjukkan hal-hal positif yang bisa didapat oleh anak yang mempelajari dua bahasa. Studi menunjukkan bahwa anak yang mempelajari dua bahasa akan memiliki pola berpikir yang lebih fleksibel dan  performa yang lebih baik dalam tes kecerdasan terutama di bagian tes nonverbal. Selain itu, anak yang dalam kehidupan sehari-hari terbiasa menggunakan dua bahasa, akan lebih baik dalam melakukan tugas yang membutuhkan fokus ekstra. Misalnya dalam hal merespon stimulus yang berbeda dalam satu waktu. Hal ini disebabkan pola pikir anak telah terbiasa untuk memproses dua hal yang berbeda dalam berbahasa sehingga mampu  mengetahui makna sesuatu dengan cepat.[7]

C.      Latar Belakang RA Afkaaruna Islamic School
1.      Identitas Sekolah
Nama Sekolah                         : Afkaaruna Islamic School
Alamat                                     : Jl. Kaliurang KM 12,5 Dusun Pelem, RT04/ RW24, Harjobinangun, Palem, Sleman, Yogyakarta.
Kepala Sekolah                       : Bapak Ashrofidin
Jumlah Guru                            : 9 guru
Jumlah Anak Didik                 : 35 anak
         Pre School                   : 13 anak
         Kindy A and B           : 22

2.      Sejarah Berdirinya RA Afkaaruna Islamic School
                        Lembaga ini didirikan oleh dua ilmuawan yaitu Syamsul Ma’arif Mujiharto dan Suci Hanifah Ma’arif. Berawal ketika mereka pulang dari Australia,  mereka ingin menyekolahkan anak mereka yang berusia 4,5 tahun di sekolah yang Bertaraf Internasional, Islami dan kelokalan atau tidak ke barat-baratan. Akhirnya mereka survey ke sekolah-sekolah Internasional di daerah Yogyakarta untuk mencari informasi. Akan tetapi, mereka tidak menemukan sekolah yang mereka inginkan. Sebaliknya mereka menemukan informasi bahwa kebanyakan lembaga Sekolah Internasional yang ada di Yogyakarta hanya menggunakan label bertaraf Internasional, akan tetapi kenyataan dan prakteknya tidak sesuai, misalnya guru yang ada di lembaga itu tidak menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar dan berintraksi dengan anak didik. Bahkan kurikulum yang digunakan tidak menggunakan kurikulum Internasional, dan penerapannya tidak berbanding lurus dengan biaya mahal yang telah dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang bertaraf Internasional. Hal itu menyebabkan anggapan bahwa sekolah Internasional hanyalah ajang bisnis di dunia pendidikan.
                        Kemuadian mereka memutuskan untuk mendirikan sekolah PAUD bertaraf Internasional,  yang Islami dan tidak  ke Barat-baratan. Mereka juga pernah melakukan tes timuni kepada masyarakat khususnya Yogyakarta, yang mana tes timuni tersebut menyatakan bahwa kebanyakan orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke lembaga PAUD yang Islami dari pada PAUD yang bertaraf Internasional. Disamping itu mereka juga menemukan bahwa lembaga PAUD yang berlabel Islami justru cenderung membeda-bedakan, seakan-akan Islam itu terpecah-pecah misalnya Sekolah NU dan Muhammadiyah.Akhirnya pada bulan Mei 2016 RA Afkaaruna Islami School resmi dibuka.
D.      Analisis dan Solusi Isu – Isu International School di lembaga PAUD Afkaaruna Islamic School
            Afkaaruna Islamic School adalah terobosan baru bagi orangtua dan pendidik PAUD yang menyatupadukan gagasan internasional, islami, dan kelokalan. Sesuai dengan apa yang telah dituturkan oleh Bapak Asyrofidin selaku kepala sekolah Afkaaruna Islamic School bahwa Afkaaruna Islamic School tidak seperti sekolah internasional pada umunya, yaitu salah satunya SPP yang mahal. Di Afkaaruna Islamic School SPP yang diterapkan menyesuaikan dengan latar belakang orang tua wali, jadi SPP untuk setiap anak berbeda – beda sesuai dari kalangan orang tua. Sebelumnya ada komitmen oleh ketua yayasan yaitu sekolah untuk semuanya. Hal itu merupakan salah satu bentuk pendekatan yayasan kepada masyarakat sekitar. Sesuai dengan sejarah terbentuknya Afkaaruna Islamic School itu sendiri yang turut mengedep, ankan kearifan budaya lokal, diantaranya yaitu mengajak anak – anak daerah Dusun Pelem untuk bersekolah di RA tersebut. Selain itu,  cita – cita ketua yayasan yaitu Bapak Syamsul Ma’arif adalah menjadikan orang – orang Islam di Indonesia yang mempunyai kualitas dan daya saing Internasional. Jadi pada intinya anak – anak yang bersekolah di Afkaaruna Islamic School tidak serta merta hanya anak – anak dari kalangan orang kaya saja. Selain itu, jika dibandingkan dengan sekolah internasional di tempat lain, Afkaaruna hanya berkisar ratusan ribu saja tidak sampai jutaan seperti sekolah internasional pada umumnya. Dengan biaya SPP segitu sudah tercover seperti biaya makan dan snack.
            Kurikulum yang dipakai yaitu mengkolaborasikan kurikulum 2013 dan IPC (International Primary Curiculum). Penerapan IPC hampir sama dengan Kurtilas, dimana operasionalnya tetap menggunakan RPPH dan RPPM namun kontennya tetap mengguanakan IPC. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembelajarannya menggunakan metode Bahdadiyah. Mehtode bahdadiyah merupakan metode baca tulis Al Qur’an yang mengajarkan anak langsung mengenai huruf hijaiyah yang ditampilkan secara utuh dalam setiap langkah, misalnya huruf ba’ di awal kalimat, di tengah kalimat dan di akhir kalimat. Jadi anak tahu lansung bagaimana huruf hijaiyah teika disambung dengan huruf hijaiyah yang lain. Ada juga metode Khulasoh yang digunakan dengan tujuan agar anak tidak hanya bisa bisa membaca namun juga mengerti dasar membaca al Qur’an itu sendiri. Alokasi waktu yang diterapkan di Afkaaruna Islamic School adalah sebagai berikut :
No
Waktu
Kegiatan
1.
07.30 WIB
Anak – anak masuk
2.
07.30 – 08.15 WIB
- Mengaji (menggunakan metode Sorogan)
- Vonic (melafatkan huruf – huruf bahasa inggris)
3.
08.15 – 08.30 WIB
Sholat Duha
4.
08.30 – 09.00 WIB
Tahfidz
5.
09.00 – 09.30 WIB
Mematangan Vocab (menggunakan metode bernyanyi, menari, dan game)
6.
09.30 – 10.30 WIB
Istirahat
7.
10.30 – 11.30 WIB
Pembelajaran IPC
8.
11.30 – 12.30 WIB
- Wudhu
- Sholat Dhuhur
- Islamic Story
9.
12.30 – 13.00 WIB
Makan siang
10.
13.00 – 14.30 WIB
Istirahat Tidur
11.
14.30 – 15.30 WIB
- Snack
- Sholat Ashar
12.
15.30 – 16.00 WIB
Ekstrakurikuler (Musik Modern, Hadroh, Kaligrafi, dll)
13.
16.00 WIB
Anak Pulang
           
            Penggunaan bahasa inggris dalam proses pembelajaran diterapkan dengan baik oleh guru maupun anak didik. Pada awalnya metode yang digunakan menggunakan metode bilingual, namun metode tersebut terasa susah diterapkan kepada anak karena secara umum anak belum punya pengetahuan dasar berbahasa inggris. Oleh sebab itu pembelajaran dengan bahasa inggris diajarkan secara sederhana dan konsisten kepada anak. Mengingat latar belakang anak yang lebih  banyak belum mengenal bahasa inggris, guru yang mengajarkan tentunya lebih menguasai bahasa inggris. Sejauh ini guru yang mengajar di Afkaaruna Islamic School adalah guru yang memenuhi persyaratan yaitu akademik yang sesuai dengan bidangnya, loyalitas, training dan tentunya bisa berbahasa inggris aktif dengan baik.
            Perkembangan sosial dan budaya anak usia dini di Afkaaruna Islamic School sangat diperhatikan oleh para pendidik. Guru mengenalkan anak tentang budaya lokal seperti perlaksanaan pengajian setiap hari minggu dengan masyarakat sekitar yaitu pada pukul 07.00 – 09.00 WIB. Tidak hanya mengenalkan budaya lokal saja, akan tetapi budaya luar negeri juga turut dikenalkan guru kepada anak didik yang mengacu pada International Primary Curiculum (IPC). Mengenai perkembangan sosial anak, di sini anak tidak monoton hanya berinteraksi sebatas dengan anak – anak di sekolahan saja, melainkan anak bisa berinteraksi dengan masyarakat luar. Hal itu di terapkan pada saat proses pembelajaran, seperti misalnya ketika pembelajaran bertema alam yang sub tema menanam padi, anak diajak pergi ke sawah melihat langsung padi yang ditanam oleh petani, dan petani menjelaskan bagaimana saja cara menanam pagi, sehingga timbulah interaksi antara anak dengan petani.
            Banyak permasalahan yang ditemukan di RA Afkaaruna Islamic School, namun pihak lembaga lebih menyebutnya dengan istilah tantangan. Tantangan tersebut diantaranya adalah ketidaksinambungan orang tua dalam mengguanakan bahasa inggris di rumah. Jadi, ketika anak berada di rumah anak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa jawa, namun ketika anak berada di sekolah anak menggunakan bahasa inggris. Diakui hal tersebut memang sebagai tantangan terbesar untuk para pendidik di Afkaaruna Islamic School. Namun pihak lembaga sendiri tidak melakukan pemaksaan mengenai hal tersebut dikarenakan tidak semua orang tua wali berlatar belakang bisa berbahasa inggris. Meskipun ada beberapa anak yang memang pernah tinggal di Australia mengikuti dinas orang tuanya, jadi anak tersebut lebih menguasai bahasa inggris dari pada anak yang lain. Di sisi lain pihak lembaga khusus nya guru pengajar selalu mengupayakan untuk konsisten menjadi agen bahasa inggris kepada anak didik.
            Belum ada lulusan dari RA Afkaaruna Islamic School namun harapan terbesar adalah menjadikan output yang memiliki kecakapan dalam berbahasa inggris, pengetahuan keislaman yang bagus, wawasan internasional dan tentunya tidak meninggalkan budaya Indonesia.
           


BAB III
PENUTUP


1.      Kesimpulan
            Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Intertional School untuk Anak Usia Dini effektif bila manajemen yang di pakai di lembaga pendidikan anak usia dini tersebut sesuai dengan perkembangan aspek – aspek perkembangan anak. RA Afkaaruna Islamic School merupakan inovasi International School yang berbeda dengan International School pada umumnya dengan memberikan pengetahuan secara mengglobal tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal yaitu tidak kebarat-baratan. Selain dari aspek pengetahuan umum, pengetahuan keislaman yaitu dengan menerapkan metode Bahdadi dan Sorogan yang berpedoman pada Kholasoh. Komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran di RA Afkaruna Islamic School menggunakan bahasa inggris. Sedangkan kurikulum yang dipakai di RA tersebut merupakan gabungan antara Kurikulum 2013 dan International Primary Curiculum (IPC).
            Terkait dengan isu – isu yang berkembang mengenai International School, observasi kami di RA Afkaaruna Islamic School menjawab semuanya. Muali dari bahasa yang digunakan yaitu bahasa inggris yang menjadikan titik berat anak memasuki sekolah yang berbasic internasional ternyata bisa diatasi. Yaitu dengan menjadikan bahasa inggris sebagai bahasa komunikasi melalui kalimat – kalimat sederhana. Pada awalnya memang susah karena anak banyak yang tidak berbahasa inggris di rumah. Hal tersebut juga merupakan tantangan bagi bihak lembaga itu sendiri. Perkembangan sosial anak, pihak lembaga tidak mengetahui dengan jelas, namun sekolah tersebut berupaya agar perkembangan sosial anak tetap berjalan dengan baik, yaitu menggunakan pendekatan kepada masyarakat sekitar pada proses pembelajaran tertentu yang melibatkan masyarakat. Selain itu, pihak lembaga sendiri mempunyai kegiatan sosial rutin yang diadakan setiap hari sabtu, yaitu pengajian dengan masyarakat sekitar. Untuk aspek yang lainnya belum bisa terdeteksi karena RA Afkaaruna Islamic School belum meluluskan.



DAFTAR PUSTAKA


Triwiyanto, Teguh dan  Ahmad Yusuf Sobri, 2010. Panduan Mengelola Sekolah   Bertaraf Internasional, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

 http://eprints.uny.ac.id/9368/2/bab%202%20-NIM.%2006101244010.pdf,             diunduh pada tanggal 22 Februari 2017.

Suyadi dan Maulidya Ulfah, 2013. Konsep Dasar PAUD, Bandung: Rosdakarya.

Suyadi, 2014. Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains,        Bandung: Remaja Rosdakarya
           
Sujiono, Yuliani Nurani, 2009.  Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,            Jakarta: Indeks.





LAMPIRAN -  LAMPIRAN
                                                                                  

                                                                         









[1]Teguh Triwiyanto dan  Ahmad Yusuf Sobri, Panduan Mengelola Sekolah Bertaraf Internasional, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), hlm. 22.
[3]Teguh Triwiyanto dan  Ahmad Yusuf Sobri., Op.cit, hlm, 14.
[4]Suyadi dan Maulidya Ulfah, Konsep Dasar PAUD, Bandung: Rosdakarya, 2013, hlm, 1-2.
[5]Suyadi, Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014, hlm, 22-23.
[6]Yuliani Nurani Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: Indeks, 2009, hlm, 42-43.
                [7] http://indostudi.blogspot.co.id/2011/06/sekolah-bertaraf-internasional-apa-yang.html Diakses pada tanggal 23 Februari 2017 Pukul 14.41 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar