Isu-Isu
International School di
Lembaga PAUD
(RA
Afkaaruna Islamic School)
Disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah : Isu-isu
Pendidikan Anak
Dosen
Pengampu :Rohinah,
S.Pd.I.,M.A
Disusun
Oleh :
Roby Maulana Al Hakim (14430002)
Dian Fairuz
Zahiyah (14430033)
Asiah (14430043)
Ma’rifatun Nafiah (14430083)
Kelas A
Semester VI
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN ISLAM ANAK
USIA DINI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2016/ 2017
KATA
PENGANTAR
Pertama, Kami mengucapkan puji dan
syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya sehingga
kami dapat memenuhi tugas mata kuliah Isu-isu Pendidikan Anak di Afkaaruna
Islamic School yang bertempat di Jl. Kaliurang Km 12,5 Duson Pelem RT 4 RW 24
Harjobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta,
serta menyelesaikan tugas ini dengan waktu yang telah ditentukan.Sholawat
serta salam akan senantiasa kami haturkan kepada Nabi Muhammad saw. semoga kita
semua mendapatkan syafaatnya di hari kiamat kelak.
Kedua,
kami mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Isu-isu Pendidikan Anak yaitu Ibu Rohinah, S.Pd.I.,M.A,
karena telah membimbing dan mengarahkan kamiterkait
dengan pembuatan laporan ini. Terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang
telah membantu dalam terselesaikannya pembuatan laporan hasil laporan ini yaituKetua Yayasan Afkaaruna Islamic Shcool Bapak Syamsul
Ma’arif yang telah memberikan ijin terkait dengan observasi. Serta Bapak
Muhammad Ashrofidin selaku kepala sekolah Afkaaruna Islamic School. Maka
dari itu kami
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam proses
penyelesaian laporan ini.
Akhir
kata, semoga laporan hasil
observasi dapat memberikan manfaat dan menjadi amal shaleh
bagi penyusun dan pembacanya. Kami
menyadari, bahwa pembuatan laporan ini tidak lepas dari kekurangan, maka dari
itu kamimengharapkan
kritik dan saran demi kesempurnaan laporan
ini dan tugas selanjutnya.
Yogyakarta,
24 Februari 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................ 2
DAFTAR ISI................................................................................................ 3
BAB I PENDAHUAN
A. Latar
Belakang .................................................................................. 4
B. Rumusan
Masalah ............................................................................. 5
C. Tujuan
............................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian International School ........................................................ 6
B. Relevansi International School dengan PAUD ................................ 7
C. Latar
Belakang RA Afkaaruna Islamic School ................................ 9
D. Analisis
dan Solusi Isu-Isu International School di Afkaaruna
Islamic
School ................................................................................... 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................... 14
DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................ 15
LAMPIRAN - LAMPIRAN....................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sekolah Internasional merupakan suatu gagasan pemerintah
yang digadang - gadangkan bertujuan untuk meningkatkan kuwalitas pendidikan di
Indonesia. Pada awalnya sebelum diresmikan oleh pemerintah mengenai sekolah
bertaraf internasional di era 90- an banyak sekali lembaga pendidikan yang
sudah menggunakan label sekolah internasional namun tidak begitu jelas mengenai
unsur kependidikan di dalamnya. Oleh karena itu pemerintah membuat suatu
inovasi pendidikan baru yaitu sekolah bertaraf internasional.
Berbicara mengenai sekolah bertaraf internasional, Apakah
hanya orang – orang yang mempunyai uang banyak saja yang bisa sekolah di sana?
Bagaimana kurikulum yang dipakai di sekolah internasional? Apakah selalu
menggunakan bahasa inggris dalam menyampaikan informasi? Hal – hal seperti itu
sering kali menjadi topic pembicaraan yang hangat di dunia pendidikan
khususnya.
Pada dasarnya di Indonesia sendiri sempat terdengar isu
mengenai penghapusan sekolah bertaraf internasional di dunia pendidikan. Namun
pada kenyataannya tidak sedikit lembaga pendidikan di Indonesia yang masih
menerapkan sekolah internasional di dalamnya, entah apa yang menjadi latar
belakang dan tujuannya, tentunya semua lembaga pendidikan tersebut memiliki
visi dan misi tertentu. Sekarang lembaga pendidikan di dalam manajemen
sekolahnnya menerapkan taraf
internasional tidak tidak hanya pada tingkat atas saja seperti di
tingkat SMA, SMP atau SD. Seiring perkembangan jaman yang menuntut pengetahuan
yang lebih dari setiap orang, terdengar bahwa sekolah internasional juga
diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Merujuk akan hal itu, dalam
observasi kali ini kami berupaya mengulas mengenai sekolah internasional di
lembaga PAUD. Kami juga membahas mengenai Isu-Isu sekolah internasional itu
sendiri terhadap pendidikan anak usia dini. Yang nantinya akan kami rinci
dengan detail sesuai dengan hasil observasi kami di RA Afkaaruna Islamic School.
Pembahasan mengenai Isu – Isu International School di
Lembaga PAUD ini sangatlah menarik bagi kami untuk diulas apalagi kami
melakukan observasi di sekolah internasional yaitu RA Afkaaruna Islamic School
yang mengangkat Kurikulum Internasional berbasic islami dengan tidak
meninggalkan budaya lokal yang ada. Hal ini merupakan inovasi baru bagi dunia
pendidikan di Indonesia karena pada umumnya Internasional School hanya di kalangan
orang yang basic nya non islam.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian International School ?
2.
Bagaimana
relevansi International School dengan PAUD ?
3.
Bagaimana
latar belakang sekolah yang di observasi?
4.
Bagaimana
analisis dan solusi Isu-isu International School di lembaga PAUD Afkaaruna Islamic School?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian International School.
2.
Memahami relevansi International School dengan PAUD.
3.
Mengetahui latar belakang sekolah yang di observasi.
4.
Menjelaskan tentang analisis dan solusi Isu-isu International School di Lembaga
PAUD Afkaaruna Islamic School.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
International School
Latar belakang kelahiran Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pada
tahun 1990-an, banyak sekolah-sekolah yang didirikan oleh suatu yayasan dengan
menggunakan identitas internasional, tetapi tidak jelas kualitas dan
standarnya, banyak orangtua yang mampu secara ekonomis memilih menyekolahkan
anaknya keluar negeri. Atas fenomena tersebut, pemerintah mulai mengatur dan
merintis sekolah bertaraf internasional. Selain itu, sekolah bertaraf
internasional memerlukan pengakuan secara internasional terhadap kualitas
proses dan hasil pendidikannya. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa tujuan
utama program SBI adalah untuk memperbaiki mutu pendidikan.[1]
Menurut peraturan
menteri pendidikan nasional (permendiknas) No.78tahun 2009 tentang
penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah Pasal 1 Ayat 8 menyatakan bahwa“Sekolah bertaraf internasional
selanjutnya disingkat SBI adalah sekolah yangsudah memenuhi seluruh SNP yang
diperkaya dengan keunggulan mututertentu yang berasal dari Negara anggota
Organizatian for Economic Cooperationand Development (OECD) atau negara maju
lainnya”.[2]
Sekolah Bertaraf
Internasional (SBI) adalah usaha pemerintah untuk memperbaiki moto pendidikan
dengan perbaikan-perbaikan pada pengelulaan input peserta didik, kurikulum,
pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, dana, manajemen, dan
lingkungan. Perbaikan moto tersebut merupakan harapan sebagian masyarakat.
Kegelisahan masyarakat atau usaha perbaikan moto muncul mana kala usaha
tersebut menyeret-nyeret rasa keadilan. Komodifikasi pendidikan merupakan akar
persoalan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.[3]
B. Relevansi
International School dengan PAUD
Menurut
Direktorat pendidikan anak usia dini, pengertian anak usia dini adalah anak
usia 0 – 6 tahun, baik yang terlayani maupun yang tidak terlayani di lembaga
pendidikan anak usia dini. Menurut UU No. 22 tahun 2003 pasal 28 ayat 1,
pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang dasar (0 – 6 tahun).
Jadi, anak usia dini adalah anak usia lahir samapi 6 tahun/ pra sekolah.
Usia dini (0-6 tahun) merupakan
masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak di masa
depannya atau disebut juga masa keemasan (the golden age) seklaigus periode
yang sangat kritis yang menetukan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak
selanjutnya. Sedangkan ditinjau secara psikologi dan ilmu pendidikan, masa usia
dini merupakan masa peletakan dasar atau fondasi awal bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak. [4]
Pendidikan anak usia dini
(PAUD) pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan
untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau
menenakankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak. Oleh karena itu,
PAUD memberi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kepribadian dan potensi
secara maksimal. Atas dasar itu, lembaga PAUD perlu menyediakan berbagai
kegiatan yang dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan seperti kognitif,
bahasa, sosial, emosi, fisik dan motorik.
Dalam Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa
“pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada
anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian
rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.[5]Pendidikan
anak usia dini secara umum bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi anak
sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
Selain itu, tujuan pendidikan
anak usia dini secara khusus adalah agar anak mampu melakukan ibadah, mengenal
dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama, agar anak mampu mengelola
keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh,
gerakan halus dan gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik (panca
indera), agar anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan
dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berpikir dan belajar,
agar ana mampu berpikir logis, kritis, memberikan alasan, memecahkan masalah
dan menemukan hubungan sebab akibat,
agar anak mampu mengenal lingkungan alam, lingkungan sosil, peranan
masyarakat dan menghargai keragaman sosial dan budaya serta mampu mengembangkan
konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki,
serta anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, berima, berbagai bunyi,
tepuk tangan serta, serta menghargai hasil karya yang kreatif.[6]
Dari
pemaparan di atas mengenai Pendidikan Anak Usia Dini dapat kami kaitkan dengan
International School, bahwa yang saat ini berkembang ternyata International
School tidak hanya diterapkan di sekolah tingkat lanjut saja, bahkan di
pendidikan anak pun juga sudah banyak yang menerapkan International School. Sebagai
orang tua, tentunya memberikan pendidikan terbaik untuk anak sejak dini adalah
prioritas utama. Memasukkan anak ke sekolah yang bertaraf internasional adalah
suatu kebanggaan tersendiri, mengingat fasilitas yang diberikan sekolah sangat
memadai. Diantara fasilitas itu termasuk salah satunya adalah penggunaan bahasa
asing yaitu bahasa Inggris dalam kegiatan di sekolah sehari-hari. Hingga saat
ini, belum ada hasil penelitian yang memberikan pendapat negatif mengenai
pemaparan bahasa kedua pada anak di usia dini. Di usia anak yang masih sangat
muda mempelajari bahasa baru justru akan menjadi keuntungan untuk anak. Usia
anak yang masih sangat belia dengan sel-sel otak yang masih terus berkembang membuatnya
mudah menyerap hal-hal baru di sekitarnya. Salah satu penelitian menunjukkan
bahwa proses pembelajaran bahasa baru akan lebih mudah dilakukan oleh anak-anak
daripada orang dewasa. Hal ini dikarenakan orang dewasa telah melewati periode
kritisnya untuk mempelajari bahasa baru. Periode kritis ini justru berada di
masa anak-anak.
Hasil penelitian lain banyak
menunjukkan hal-hal positif yang bisa didapat oleh anak yang mempelajari dua
bahasa. Studi menunjukkan bahwa anak yang mempelajari dua bahasa akan memiliki
pola berpikir yang lebih fleksibel dan performa yang lebih baik dalam tes
kecerdasan terutama di bagian tes nonverbal. Selain itu, anak yang dalam
kehidupan sehari-hari terbiasa menggunakan dua bahasa, akan lebih baik dalam
melakukan tugas yang membutuhkan fokus ekstra. Misalnya dalam hal merespon
stimulus yang berbeda dalam satu waktu. Hal ini disebabkan pola pikir anak
telah terbiasa untuk memproses dua hal yang berbeda dalam berbahasa sehingga
mampu mengetahui makna sesuatu dengan cepat.[7]
C. Latar Belakang RA Afkaaruna Islamic
School
1. Identitas
Sekolah
Nama Sekolah :
Afkaaruna Islamic School
Alamat :
Jl. Kaliurang KM 12,5 Dusun Pelem, RT04/ RW24, Harjobinangun, Palem, Sleman,
Yogyakarta.
Kepala Sekolah : Bapak Ashrofidin
Jumlah Guru :
9 guru
Jumlah Anak Didik :
35 anak
Pre School : 13 anak
Kindy A and B :
22
2. Sejarah
Berdirinya RA Afkaaruna Islamic School
Lembaga ini didirikan oleh dua
ilmuawan yaitu Syamsul Ma’arif Mujiharto dan Suci Hanifah Ma’arif. Berawal
ketika mereka pulang dari Australia,
mereka ingin menyekolahkan anak mereka yang berusia 4,5 tahun di sekolah
yang Bertaraf Internasional, Islami dan kelokalan atau tidak ke barat-baratan.
Akhirnya mereka survey ke sekolah-sekolah Internasional di daerah Yogyakarta
untuk mencari informasi. Akan tetapi, mereka tidak menemukan sekolah yang
mereka inginkan. Sebaliknya mereka menemukan informasi bahwa kebanyakan lembaga
Sekolah Internasional yang ada di Yogyakarta hanya menggunakan label bertaraf
Internasional, akan tetapi kenyataan dan prakteknya tidak sesuai, misalnya guru
yang ada di lembaga itu tidak menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar dan
berintraksi dengan anak didik. Bahkan kurikulum yang digunakan tidak menggunakan
kurikulum Internasional, dan penerapannya tidak berbanding lurus dengan biaya
mahal yang telah dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah
yang bertaraf Internasional. Hal itu menyebabkan anggapan bahwa sekolah
Internasional hanyalah ajang bisnis di dunia pendidikan.
Kemuadian mereka memutuskan
untuk mendirikan sekolah PAUD bertaraf Internasional, yang Islami dan tidak ke Barat-baratan. Mereka juga pernah
melakukan tes timuni kepada masyarakat khususnya Yogyakarta, yang mana tes timuni
tersebut menyatakan bahwa kebanyakan orang tua lebih memilih menyekolahkan
anaknya ke lembaga PAUD yang Islami dari pada PAUD yang bertaraf Internasional.
Disamping itu mereka juga menemukan bahwa lembaga PAUD yang berlabel Islami
justru cenderung membeda-bedakan, seakan-akan Islam itu terpecah-pecah misalnya
Sekolah NU dan Muhammadiyah.Akhirnya pada bulan Mei 2016 RA Afkaaruna Islami
School resmi dibuka.
D. Analisis
dan Solusi Isu
– Isu International School di lembaga PAUD Afkaaruna Islamic School
Afkaaruna
Islamic School adalah terobosan baru bagi orangtua dan pendidik PAUD yang
menyatupadukan gagasan internasional, islami, dan kelokalan. Sesuai dengan apa
yang telah dituturkan oleh Bapak Asyrofidin selaku kepala sekolah Afkaaruna
Islamic School bahwa Afkaaruna Islamic School tidak seperti sekolah
internasional pada umunya, yaitu salah satunya SPP yang mahal. Di Afkaaruna
Islamic School SPP yang diterapkan menyesuaikan dengan latar belakang orang tua
wali, jadi SPP untuk setiap anak berbeda – beda sesuai dari kalangan orang tua.
Sebelumnya ada komitmen oleh ketua yayasan yaitu sekolah untuk semuanya. Hal
itu merupakan salah satu bentuk pendekatan yayasan kepada masyarakat sekitar. Sesuai
dengan sejarah terbentuknya Afkaaruna Islamic School itu sendiri yang turut
mengedep, ankan kearifan budaya lokal, diantaranya yaitu mengajak anak – anak
daerah Dusun Pelem untuk bersekolah di RA tersebut. Selain itu, cita – cita ketua yayasan yaitu Bapak Syamsul
Ma’arif adalah menjadikan orang – orang Islam di Indonesia yang mempunyai
kualitas dan daya saing Internasional. Jadi pada intinya anak – anak yang
bersekolah di Afkaaruna Islamic School tidak serta merta hanya anak – anak dari
kalangan orang kaya saja. Selain itu, jika dibandingkan dengan sekolah
internasional di tempat lain, Afkaaruna hanya berkisar ratusan ribu saja tidak
sampai jutaan seperti sekolah internasional pada umumnya. Dengan biaya SPP
segitu sudah tercover seperti biaya makan dan snack.
Kurikulum yang dipakai yaitu
mengkolaborasikan kurikulum 2013 dan IPC (International Primary Curiculum).
Penerapan IPC hampir sama dengan Kurtilas, dimana operasionalnya tetap
menggunakan RPPH dan RPPM namun kontennya tetap mengguanakan IPC. Sedangkan
metode yang digunakan dalam pembelajarannya menggunakan metode Bahdadiyah.
Mehtode bahdadiyah merupakan metode baca tulis Al Qur’an yang mengajarkan anak
langsung mengenai huruf hijaiyah yang ditampilkan secara utuh dalam setiap
langkah, misalnya huruf ba’ di awal kalimat, di tengah kalimat dan di akhir
kalimat. Jadi anak tahu lansung bagaimana huruf hijaiyah teika disambung dengan
huruf hijaiyah yang lain. Ada juga metode Khulasoh yang digunakan dengan tujuan
agar anak tidak hanya bisa bisa membaca namun juga mengerti dasar membaca al
Qur’an itu sendiri. Alokasi waktu yang diterapkan di Afkaaruna Islamic School
adalah sebagai berikut :
No
|
Waktu
|
Kegiatan
|
1.
|
07.30
WIB
|
Anak
– anak masuk
|
2.
|
07.30
– 08.15 WIB
|
-
Mengaji (menggunakan metode Sorogan)
-
Vonic (melafatkan huruf – huruf bahasa inggris)
|
3.
|
08.15
– 08.30 WIB
|
Sholat
Duha
|
4.
|
08.30
– 09.00 WIB
|
Tahfidz
|
5.
|
09.00
– 09.30 WIB
|
Mematangan
Vocab (menggunakan metode bernyanyi, menari, dan game)
|
6.
|
09.30
– 10.30 WIB
|
Istirahat
|
7.
|
10.30
– 11.30 WIB
|
Pembelajaran
IPC
|
8.
|
11.30
– 12.30 WIB
|
-
Wudhu
-
Sholat Dhuhur
-
Islamic Story
|
9.
|
12.30
– 13.00 WIB
|
Makan
siang
|
10.
|
13.00
– 14.30 WIB
|
Istirahat
Tidur
|
11.
|
14.30
– 15.30 WIB
|
-
Snack
-
Sholat Ashar
|
12.
|
15.30
– 16.00 WIB
|
Ekstrakurikuler
(Musik Modern, Hadroh, Kaligrafi, dll)
|
13.
|
16.00
WIB
|
Anak
Pulang
|
Penggunaan
bahasa inggris dalam proses pembelajaran diterapkan dengan baik oleh guru
maupun anak didik. Pada awalnya metode yang digunakan menggunakan metode
bilingual, namun metode tersebut terasa susah diterapkan kepada anak karena secara
umum anak belum punya pengetahuan dasar berbahasa inggris. Oleh sebab itu pembelajaran
dengan bahasa inggris diajarkan secara sederhana dan konsisten kepada anak. Mengingat
latar belakang anak yang lebih banyak
belum mengenal bahasa inggris, guru yang mengajarkan tentunya lebih menguasai
bahasa inggris. Sejauh ini guru yang mengajar di Afkaaruna Islamic School
adalah guru yang memenuhi persyaratan yaitu akademik yang sesuai dengan
bidangnya, loyalitas, training dan tentunya bisa berbahasa inggris aktif dengan
baik.
Perkembangan sosial dan budaya anak
usia dini di Afkaaruna Islamic School sangat diperhatikan oleh para pendidik.
Guru mengenalkan anak tentang budaya lokal seperti perlaksanaan pengajian
setiap hari minggu dengan masyarakat sekitar yaitu pada pukul 07.00 – 09.00
WIB. Tidak hanya mengenalkan budaya lokal saja, akan tetapi budaya luar negeri
juga turut dikenalkan guru kepada anak didik yang mengacu pada International
Primary Curiculum (IPC). Mengenai perkembangan sosial anak, di sini anak tidak monoton
hanya berinteraksi sebatas dengan anak – anak di sekolahan saja, melainkan anak
bisa berinteraksi dengan masyarakat luar. Hal itu di terapkan pada saat proses
pembelajaran, seperti misalnya ketika pembelajaran bertema alam yang sub tema
menanam padi, anak diajak pergi ke sawah melihat langsung padi yang ditanam
oleh petani, dan petani menjelaskan bagaimana saja cara menanam pagi, sehingga
timbulah interaksi antara anak dengan petani.
Banyak permasalahan yang ditemukan
di RA Afkaaruna Islamic School, namun pihak lembaga lebih menyebutnya dengan
istilah tantangan. Tantangan tersebut diantaranya adalah ketidaksinambungan
orang tua dalam mengguanakan bahasa inggris di rumah. Jadi, ketika anak berada
di rumah anak menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa jawa, namun ketika anak
berada di sekolah anak menggunakan bahasa inggris. Diakui hal tersebut memang
sebagai tantangan terbesar untuk para pendidik di Afkaaruna Islamic School.
Namun pihak lembaga sendiri tidak melakukan pemaksaan mengenai hal tersebut
dikarenakan tidak semua orang tua wali berlatar belakang bisa berbahasa
inggris. Meskipun ada beberapa anak yang memang pernah tinggal di Australia
mengikuti dinas orang tuanya, jadi anak tersebut lebih menguasai bahasa inggris
dari pada anak yang lain. Di sisi lain pihak lembaga khusus nya guru pengajar
selalu mengupayakan untuk konsisten menjadi agen bahasa inggris kepada anak
didik.
Belum ada lulusan dari RA Afkaaruna
Islamic School namun harapan terbesar adalah menjadikan output yang memiliki
kecakapan dalam berbahasa inggris, pengetahuan keislaman yang bagus, wawasan internasional
dan tentunya tidak meninggalkan budaya Indonesia.
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dari hasil pembahasan
di atas dapat disimpulkan bahwa Intertional School untuk Anak Usia Dini
effektif bila manajemen yang di pakai di lembaga pendidikan anak usia dini
tersebut sesuai dengan perkembangan aspek – aspek perkembangan anak. RA
Afkaaruna Islamic School merupakan inovasi International School yang berbeda
dengan International School pada umumnya dengan memberikan pengetahuan secara
mengglobal tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal yaitu tidak
kebarat-baratan. Selain dari aspek pengetahuan umum, pengetahuan keislaman
yaitu dengan menerapkan metode Bahdadi dan Sorogan yang berpedoman pada Kholasoh.
Komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran di RA Afkaruna Islamic School
menggunakan bahasa inggris. Sedangkan kurikulum yang dipakai di RA tersebut
merupakan gabungan antara Kurikulum 2013 dan International Primary Curiculum
(IPC).
Terkait dengan isu – isu yang
berkembang mengenai International School, observasi kami di RA Afkaaruna
Islamic School menjawab semuanya. Muali dari bahasa yang digunakan yaitu bahasa
inggris yang menjadikan titik berat anak memasuki sekolah yang berbasic
internasional ternyata bisa diatasi. Yaitu dengan menjadikan bahasa inggris
sebagai bahasa komunikasi melalui kalimat – kalimat sederhana. Pada awalnya
memang susah karena anak banyak yang tidak berbahasa inggris di rumah. Hal
tersebut juga merupakan tantangan bagi bihak lembaga itu sendiri. Perkembangan
sosial anak, pihak lembaga tidak mengetahui dengan jelas, namun sekolah
tersebut berupaya agar perkembangan sosial anak tetap berjalan dengan baik,
yaitu menggunakan pendekatan kepada masyarakat sekitar pada proses pembelajaran
tertentu yang melibatkan masyarakat. Selain itu, pihak lembaga sendiri
mempunyai kegiatan sosial rutin yang diadakan setiap hari sabtu, yaitu
pengajian dengan masyarakat sekitar. Untuk aspek yang lainnya belum bisa
terdeteksi karena RA Afkaaruna Islamic School belum meluluskan.
DAFTAR PUSTAKA
Triwiyanto, Teguh
dan Ahmad Yusuf Sobri, 2010. Panduan
Mengelola Sekolah Bertaraf Internasional,
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
http://eprints.uny.ac.id/9368/2/bab%202%20-NIM.%2006101244010.pdf,
diunduh pada tanggal 22
Februari 2017.
Suyadi dan Maulidya Ulfah, 2013. Konsep Dasar
PAUD, Bandung: Rosdakarya.
Suyadi, 2014. Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains, Bandung:
Remaja Rosdakarya
Sujiono, Yuliani Nurani, 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak
Usia Dini, Jakarta: Indeks.
http://indostudi.blogspot.co.id/2011/06/sekolah-bertaraf-internasional-apa- yang.html Diakses pada
tanggal 23 Februari 2017 Pukul 14.41 WIB
LAMPIRAN - LAMPIRAN
[1]Teguh Triwiyanto
dan Ahmad Yusuf Sobri, Panduan
Mengelola Sekolah Bertaraf Internasional, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,
2010), hlm. 22.
[2]http://eprints.uny.ac.id/9368/2/bab%202%20-NIM.%2006101244010.pdf, diunduh pada
tanggal 22 Februari 2017.
[3]Teguh
Triwiyanto dan Ahmad Yusuf Sobri., Op.cit,
hlm, 14.
[4]Suyadi dan Maulidya Ulfah, Konsep Dasar PAUD,
Bandung: Rosdakarya, 2013, hlm, 1-2.
[5]Suyadi, Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains,
Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014, hlm, 22-23.
[6]Yuliani Nurani Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini,
Jakarta: Indeks, 2009, hlm, 42-43.
[7]
http://indostudi.blogspot.co.id/2011/06/sekolah-bertaraf-internasional-apa-yang.html
Diakses pada tanggal 23
Februari 2017 Pukul 14.41 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar