Sabtu, 03 Juni 2017

PERKEMBANGAN KOGNITIF, KREATIVITAS dan BAHASA TK AISIYAH BUSTANUL ATHFAL WONOKROMO II



LAPORAN HASIL OBSERVASI
PERKEMBANGAN KOGNITIF, KREATIVITAS dan BAHASA
TK AISIYAH BUSTANUL ATHFAL WONOKROMO II
Di Pleret, Bantul, Yogyakarta Tahun ajaran 205/2016
Laporan Observasi ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perkembangan Perserta Didik
Dosen Pembimbing : Drs. Ichsan, M.Pd



               


Disusun Oleh
Dian Fairuz Zahiyah 14430033
Kelas III A


PROGRM STUDY PENDIDIKAN GURU RAUDHATUL ATHFAL
FAKULTAS ILMU TARBIYAH dan KEGURUAN
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2015/2016 

KATA PENGANTAR

            Puji syukur marilah kita haturkan kepada Allah SWT, karena dengan izin-Nya saya dapat menyelesaikan laporan hasil observasi ini, yaitu dengan tema Perkembangan Kognitif, Motorik, Kreativitas, dan Bahasa di TK Aisyiah Bustanul Athfa Wonokromo II. Laporan ini tidak lepas dari dukungan Dosen Pengampu yang bersangkutan yaitu Bapak Drs. Ichsan, M.Pd. dan juga pihak-pihak yang terkait secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih sehingga pembuatan laporan observasi ini dapat selesai.
            Saya menyadari dalam pembuatan laporan hasil observasi ini tidak lepas dari kekurangan, apabila ada kelebihannya yaitu semata-mata merupakan hidayah dari Allah SWT dan apabila ada kekurangan itu merupakan keterbatasan saya sebagai seorang mahasiswa. Dengan demikian, saya mengharapkan kesediaan Bapak Dosen dan rekan-rekan untuk menyampaikan kritik dan saran demi kesempurnaan laporan hasil observasi ini. mudah-mudahan saya sebagai mahasiswa bisa lebih memperdalam ilmu yang ada, yang bermanfaat dan menjadi hidayah bagi kita semua.

                                                                                    Yogyakarta, 13 Desember 2015


Penyusun                    


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.........................................................................                        i
DAFTAR ISI.........................................................................................                       ii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................                        1
          1.1 Latar Belakang Masalah..........................................................                   1
          1.2 Perumusan Masalah.................................................................                    2
          1.3 Tujuan Penulisan......................................................................                      2

BAB II LADASAN TEORI.................................................................                        3
          2.1 Perkembangan Kognitif...........................................................                     3
          2.2  Perkembangan Kreativitas......................................................                    5
          2.3 Perkembangan Bahasa.............................................................                    7

BAB III METODE PENELITIAN.....................................................                       9
          3.1 Subyek Penelitian ……………………………………………......             9
          3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian...................................................                   9
          3.3 Metode Penelitian …………………………………………….                 9

BAB 1V PEMBAHASAN ……………………………………………..                  13
          4.1 Hasil Observasi ……………………………………………….                13

BAB V PENUTUP  ………………………………………………......                     16
          5.1 Kesimpulan ………………………………………………….                    16
          5.2 Saran ……………………………………………………...…                    16
          5.3 Lampiran ……………………………………………………..                  17


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
            Masa anak-anak adalah masa yang sangat menyenangkan, dimana anak-anak bisa melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu belajar sambil bermain. Khususnya di sebuah lembaga pendidikan anak, anak akan diajarkan berbagai ilmu pengetahuan, tidak hanya ilmu pengetahuan saja, melainkan banyak hal. Seperti kegiatan-kegiatan yang yang dapat menunjang perkembangan kreativitas, motorik, sosial dan bahasa pada anak usia dini.
            Di sisi lain tentunya tidak semua hal akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Memiliki jiwa optimis sangatlah penting, namun apadaya jika takdir berkehendak lain. Kendala-kendala dalam merencanakan dan melaksanakan       suatu program kegiatan pasti ada kapanpun dan dimanapun itu. Maka kita harus senantiasa mawas diri serta pintar-pintar dalam mengevaluasi setelah program kegiatan tersebut terlaksana, agar bisa menjadikan kita lebih baik lagi dalam masa yang akan datang.
            Pengawasan yang intens dari guru dan orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam memahami serta menidak lanjuti mengenai persoalan tersebut. Pengawasan yang intens tidak akan bisa dilakukan dengan maksimal jika kita tidak mengetahui atau melihat secara langsung bagaimana anak-anak tersebut melakukan kegiatannya di sekolah. Setidaknya kita juga harus berpartisipasi dalam melihat sendiri perkembangan anak usia dini, bagaimana anak-anak bermain, bersosial dengan teman-teman sebayanya, bagaimana anak-anak dalam menangkap ilmu yang telah disampaikan guru pada saat belajar mengajar, serta kreativitas anak-anak dalam menggali bakat dan minat yang dimilikinya.
            Nah, pada laporan hasil observasi ini saya akan menjelaskan bagaimana dan apa saja kegiatan anak-anak pada usia dini di lembaga pendidikan anak khususnya TK ABA Wonokromo. Selain kegiatan anak-anak, dalam laporan hasil observasi ini, saya akan mengkaji bagaimana perkembangan kognitif, motorik, kreativitas dan bahasa anak-anak di TK ABA Wonokromo II. Tujuan dari pembuatan hasil laporan observasi ini selain untuk memenuhi tugas kewajiban yang telah diberikan, juga semata-mata agar dapat memahami lebih dalam bagaimana situasi dan kondisi pada anak usia dini dengan kita ikut terjun langsung di medan.

1.2 Perumusan Masalah
            Pada laporan hasil observasi ini memfokuskan pada perkembangan kognitif, motorik, kreativitas dan bahasa dari kelas B2 yang ada di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II.

1.3 Tujuan Penulisan
            Tujuan penulisan hasil laporan ini adalah selain untuk memenuhi kewajiban pada mata kuliah perkembangan peserta didik juga untuk mengetahui bagaimana aktivitas anak-anak usia dini di sekolah, dan juga untuk mengetahui bagaimana perkembangan kognitif, motorik, kreativitas, dan bahasa anak-anak khususnya di kelas B2 TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II.




BAB II
LANDASAN TEORI



2.1    Perkembangan Kognitif
A.    Teori Perkembangan kognitif dari Jean Piaget
            Jean Piaget terkenal dengan teori kognitifnya yang berpengaruh penting terhadap perkembangan konsep kecerdasan. Psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980 ini pada awalnya lebih tertarik pada bidang biologi dan filsafat khususnya epistemologi. Namun dalam perjalanan karirnya sebagai peneliti di Binet Testing Laboratory di Paris, Piaget lebih fokus pada bidang psikologi Pengertian kognisi sebenarnya meliputi aspek-aspek struktur intelek yang digunakan untuk mengetahui sesuatu. Piaget menyatakan bahwa perkembangan kognitif bukan hanya hasil kematangan organisme, bukan pula pengaruh lingkungan semata, melainkan hasil interaksi diantara keduanya. Jean Peaget mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan penyesuaian (adaptasi).
            Jean Piaget menyebut bahwa struktur kognitif sebagai skemata (Schemas), yaitu kumpulan dari skema-skema. Seseorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respons terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata ini. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Piaget memakai istilah scheme dengan istilah struktur. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulang . Scheme berhubungan dengan :
            1. Refleks-refleks pembawaan: misalnya bernapas, makan, minum.
            2. Scheme mental ; misalnya scheme of classification, scheme of operation. ( pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap, pola tingkah laku yang dapat diamati).

B.     Pengertian Kognitif
            Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).
            Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. 
            Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata kognitif. Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya







2.2    Perkembangan Kreativitas
            Teori Kreatifitas
A.    Teori Psikoanalisis
            Pribadi kretif dipandang sebagai seorang yang pernah mengalami traumatis, yang dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
Teori ini terdiri dari:
1.      Teori Freud
            Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
2.      Teori Ernst Kris
            Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar. Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
3.      Teori Carl Jung
            Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

B.     Teori Humanistik
            Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori Humanistik meliputi:
1.      Teori Maslow
            Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah: Kebutuhan fisik/biologis. Kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta. Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri. Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri. Kebutuhan estetik.
2.      Teori Rogers
a.  Keterbukaan terhadap pengalaman
b. Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
c.  Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

C.    Teori Cziksentmihalyi
            Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
2.3    Perkembangan Bahasa
            Salah satu bidang pengembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar di taman kanak-kanak adalah pengembangan bahasa. Bahasa memungkinkan anak untuk menerjemahkan simbol-simbol untuk berkomunikasi dan berpikir.Bahasa juga salah satu cara untuk berinteraksi dan juga berkaitan dengan perkembangan kognitif. Menurut Vygotsky dan Wolfolk (1995), menyatakan bahwa Bahasa merupakan alat untuk mengekspresikan ide dan bertanya, dan bahsa juga menghasilkan konsep dan kategori-kategori untuk berfikir.
            Menurut syaodih (2001), bahwa aspek bahasa berkembang dimulai dengan peniruan bunyi dan meraba. Perkembangan selanjutnya berhubungan erat dengan perkembangan intelektual dan sosial.Bahasa merupakan alat untuk berfikir.Berfikir merupakan suatu proses memahami dan melihat hubungan. Proses ini tidak mungkin dapat berlangsung dengan baik tanpa alat bantu, yaitu bahasa. Bahasa juga merupakan alat berkomunikasi dengan  orang lain dan kemudian berlangsung dalam sutu interaksi sosial.
            Bahasa adalah alat untuk berfikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi. Keterampilan bahasa juga penting dalam rangka pembentukan konsep,informasi,dan pemecahan masalah. Melalui bahasa pula kita dapat memahami komunikasi pikiran dan perasaan.[1]
            Schaerlaekens (1977), membedakan perkembangan bahasa pada masa awal anak-anak ini atas tiga, yaitu periode pra-lingual (kalimat-satu-kata),periode lingual-awal (kalimat-dua-kata) dari 1-2,5 tahun,dan periode differensiasi (kalimat-tiga kata dengan bertambahnya diferensiasi pada kelompok kata dan kecapan verbal )(Monks,Knoers & Haditono,2001).
            Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dan berkomunikasi mengemukakan hasil pemikirannya dan dapat mengekspresikan perasaannya. Dengan bahasa orang dapat membuka cakrawala berfikir dan mengmbangakan wawasannya. Anak-anak belajar bahasa melalui interaksi dengan lingkungannya baik lingkungan rumah,sekolah, atau masyrakat. Di sekolah anak belajar bahasa melalui interaksi dengan guru, teman sebaya dan orang dewasa lainnya. Guru atau pendidik anak usia dini perlu memahami tentang perkembangan dan pengembangan bahasa anak.[2]
            Menurut Ensiklopedia Indonesia (1980) bahasa adalah kumpulan kata dan aturan yang tetap di dalam menggabungkannya berupa kalimat, merupakan system bunyi yang melambangkan pengertian-pengertian tertentu. Menurut Fred Ebbeck (1989) bahasa dapat dimaknai sebagai suatu system tanda,baik lisan maupun tulisan merupakan system komunikasi antar manusia. Menurut Yus Badudu (1989) bahasa merupakan alat penghubung atau komunikasi antar anggota masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang menyatakan perasaan, dan keinginannya. Bahasa sebagai suatu system lambing bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Lebih lanjut menurut Broomly dalam Nurbiana Dieni dkk (2005) mendefinisikan bahasa sebagai system simbol yang teratur untuk mentransfer berbagai ide maupun informasi yang terdiri dari simbol-simbol visual maupun verbal. Pendapat lain tentang bahasa dikemukakan oleh Eliason (1994) bahwa bahasa meliputi berbicara, menyimak,menulis dan ketrampilan membaca. Sedangkan menurut Hui Ling Chua (2003) bahasa memungkinkan anak untuk menterjemahkan pengalaman mentah ke dalam symbol-simbol yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan berfikir.Menurut Eliason, bahasa adalah alat untuk berfikir, mengekspresikan diri dan berkomunikasi.





BAB III
METODE PENELITIAN



3.1    Subyek Penelitian
            Anak-anak di kelas B2 dan Guru di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II .

3.2    Lokasi dan Waktu Observasi
            Penelitian observasi ini dilaksanakan di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II, yang dilakukan pada:
Hari, tanggal   : Kamis, 10 Desember 2015.
Waktu             : Pukul 7.30-11.00 WIB.
Tempat            : Kelas B2 TK ABA Wonokromo II.

3.3    Metode Penelitian
            Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode yang dianggap relevan dan sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian, yaitu:
1.      Jenis Penelitian
            Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dari sisi pengumpulan datanya adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan jenis penelitian dari sisi analisis datanya bersifat deskriptif kualitatif.



2.      Sumber Data
Menurut Lofland dan Lofland, sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.[3] Sumber data yang di peroleh dari Kepala Sekolah, Guru yang berjumlah 4 dan Siswa yang keseluruhan berjumlah 44 anak, yang dikhususkan di kelas B2 yaitu dengan jumlah 16 anak di TK ABA Wonokromo II.

3.      Metode pengumpulan data
a.       Observasi
            Menurut Ngalim Purwanto, observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Metode ini digunakan untuk melihat dan mengamati secara langsung keadaan di lapangan agar peneliti memperoleh gambaran yang lebih luas tentang permasalahan yang diteliti.[4]
Menurut S. Margono, observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki, misalnya peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian photo.[5]
Observasi yang dilakukan untuk mengetahui keadaan lingkungan Sekolah, keadaan dalam proses pembelajaran serta hasil belajar yang diperoleh.
b.      Wawancara
            Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) sebagai pengaju/ pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu.[6]
            Sebelum melaksanakan wawancara para peneliti menyiapkan instrumen wawancara yang disebut pedoman wawancara (interview guide). Pedoman ini berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang meminta untuk dijawab atau direspon oleh responden. Isi pertanyaan atau pernyataan bisa mencangkup fakta, data, pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi atau evaluasi responden berkenaan dengan fokus masalah atau variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian.[7]
Wawancara yang akan dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur, peneliti hanya berpedoman pada pokok permasalahan yang akan dibahas. Wawancara dilakukan kepada Kepala Sekolah, Guru, Siswa di TK ABA Wonokromo II.


c.       Dokumentasi
            Dokumentasi merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan bukan berdasar perkiraan.[8]
            Dokumentasi pada hasil observasi ini diambil dari kegiatan-kegiatan guru dan anak di TK ABA Wonokromo II pada hari Kamis, tanggal 15 Desember 2015.
d.      Metode analisis data
            Analisis data kualitatif menurut Bogdan & Biklen adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari, dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.[9]










BAB IV
PEMBAHASAN



4.1 Hasil Observasi

            Pada tanggal 10 Desember 2015 kami berkunjung untuk melakukan observasi di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II, Pleret, Bantul, Yogyakarta, di sana kami bertemu dengan anak-anak usia dini yang cukup antusias dengan kedatangan kami. Dari hasil pengamatan kami selama obseervasi anak-anak di kelas B2 memulai aktivitasnya dari bell masuk kelas yang dibunyikan pada pukul 07.30 WIB, anak-anak langsung berbaris rapi di depan kelas. Setelah anak-anak selesai berbaris mereka bersama-sama melakukan sholat berjama’ah dan dilanjutkan masuk kelas untuk mengikuti pembelajaran pertama.
            Pembelajaran pertama pada pukul 08.15 WIB dan dibuka dengan membaca do’a sebelum belajar bersama. Pada kegiatan awal setelah berdo’a bersama anak-anak melakukan rutinitas, yaitu dengan membaca surat-surat pendek, membaca beberapa hadits pendek, dan do’a sehari-hari. Setelah itu bersama anak-anak diberikan motivasi dengan bernyanyi serta bertepuk tangan. Setelah itu bu guru memberikan materi pelajaran. Missalnya yaitu mengerjakan tugas yang telah tersedia di majalah mereka, menghubungkan anak panah, mencari jejak si gundul, mewarnai gambar  pemandangan, berhitung, dan menebali huruf. Semua kegiatan di kelas B2 tidak terlepas dari pengawasan sang guru. Namun pada saat kami mewawancarai rata-rata pengenai perkembangan kognitif anak-anak usia dini di kelas b2 tersebut sudah cukup matang. Mereka sudah siap menempuh jenjang selanjutnya yaitu sekolah dasar, tidak dipungkiri karena anak-anak yang berada/ masuk di kelas B2 ini berumur 5-6 tahun, pantas saja mereka diakui sudah mampu dan bisa berkembang baik masalah kognitifnya, mungkin hanya 1-2 anak yang butuh didampingi lebih, itupun bukan anak yang berkebutuhan khusus, melainkan mereka sedikit lebih lambat dalam memahami sesutu, memahami informasi yang disampaikan oleh guru saat proses belajar mengajar berlangsung.
            Mengenai acuan atau materi yang disampaikan bu guru, khususnya materi untuk mengembangkan kognitif anak mengacu pada program-program yang telah ditentukan oleh lembaga sebelumnya, yang dibahas dan sudah ada di prota, prosem, RKM, dan RKH. seperti missal puzzle dan balok untuk memngembangkan kognitif anak-anak.
            Pada pukul 09.00 WIB anak-anak diperkenankan untuk istirahat. Berdasarkan pengamatan kami, mereka sebelum istirahat membaca bismilah terlebih dahulu, dan satu per satu dari mereka meninggalkan kelas untuk istirahat. Biasanya anak-anak pada jam istirahat mereka mengahbiskan waktunya dengan bermain di area sekolah, ada yang membeli jajanan di kantin, ada juga yang berlari-larian dan ada juga yang diam saja di kelas. Setelah jam menunjukkan pukul 09.15 WIB anak-anak disuruh untuk masuk kelas oleh ibu guru, dan melanjutkan kembali proses pembelajaran.
            Di kelas B2 ini selain kegiatan yang digunakan untuk meningkatkan perkembangan kognitif, ada juga kegiatan untuk memningkatkan perkembangan kreativitas dan bahasa. Seperti missal pada jam kedua ini anak dilatih untuk mengembangkan bahasanya yaitu dengan bercerita di depan kelas, dengan bernyanyi bersama-sama, dan dengan berdialog bersama teman serta ibu guru.
            Tepat pada pukul 11.00 kegiatan pelajar mengajar di kelas B2 usai yang ditutup dengan membaca do’a bersama-sama. Namun berdasarkan hasil wawancara saya dengan bu guru yang mengajar di kelas B2 selain kegiatan yang dilakukan di dalam kelas, ada juga kegiatan lain diluar kelas, yaitu kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakulikuler itu sendiri dilakukan pada setiap hari Sabtu, meliputi ektrakurikuler drumband, menari, angklung, melukis, dan ektra bahasa. Tidak hanya ektrakurikuler saja yang dimiliki TK ABA Wonokromo II, melainkan ada kegiatan yang menunjang kreativitas anak-anak, missalnya saja pada kegiatan kunjungan ke tempat-tempat wisata, outbond, lomba-lomba menggambar dan melukis, pecan budaya, serta kegiatan-kegiatan event-event, missal Maulid Nabi Muhammad SWA, Perayaan HUT Kemerdekaan 17 Agustus, dan masih banyak lagi event-event lainnya.
           


























BAB V
PENUTUP



5.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil observasi di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II yang telah saya lakukan, dapat saya tarik kesimpulan bahwa perkembangan yang terdapat di TK ABA Aisyiah Bustanul Athfal Wonokromo II khusuusnya pada kelas B2 ini yaitu meliputi aspek-aspek perkembangan kognitif, kreativitas, dan bahasa. Serta proses pembelajaran di kelas B2 yang meliputi 3 aspek tersebut berjalan dengan baik sekali, dikarenakan rata-rata anak-anak yang masuk di kelas B2 sudah berumur 5-6 yang pada umur-umur tersebut anak-anak sudah mulai matang untuk perkembangn kognitifnya, mulai berkembang kreativitasnya, dan sudah mulai bervariasi perkembangan bahasanya.

5.2 Saran
            Saran yang dapat saya sampaikan untuk kelas B2 di TK ABA Wonokromo II ini adalah lebih memperhatikan lagi bagaimana anak-anak tumbuh kembang, sehingga dapat tercapainya tujuan dari pendidikan dengan optimal dan maksimal, sehingga bisa mencetak anak-anak yang berkualitas, berintelektual, dan tidak lupa dengan wawasan ke Islaman yang dalam.
           






5.3 Lampiran
IMG_20151210_09364d.jpgIMG_20151210_094139.jpg                                                                            

IMG_20151210_091233.jpg             









Gambar 1. Suasana di luar kelas B2.             Gambar 2. Saya bersama salah satu anak.

IMG_20151210_085820.jpg
 







                                    Gambar 3. Proses wawancara dengan guru B2


                     
IMG_20151210_084335.jpgIMG_20151210_084135.jpgIMG_20151210_092703.jpg                                                                                               










Gambar 4. Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
IMG_20151210_091208.jpg
IMG_20151210_084505.jpg
 
                                                                    




IMG_20151210_090801.jpgIMG_20151210_094214.jpg                                                                              





Gambar 5. Sarana dan Prasarana di Kelas B2 TK ABA Wonokromo II.


[1]Drs.ahmad susanto,M.pd Perkembangan anak usia dini(jakarta:kencana,2011)bab.5,hlm.1-2
[3]  Ibid., hal. 127.
[4] Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009) hal. 94.
[5] Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hal. 158.
[6] Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian…., hal. 127.
[7] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hal. 216
[8] Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian…, hal. 158.

[9]  Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif…, hal. 248.
 


         

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar